Senin, 23 Juni 2014

LAYANAN DELIVERY SAMBAL ROA JUDES





Halo Judesser... pecinta SAMBAL ROA JUDES yang rasanya selangit....


Demi memudahkan keinginan anda yang ingin segera mendapatkan SAMBAL ROA JUDES, sekarang telah hadir layanan Delivery SAMBAL ROA JUDES, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya,...

Pesan sekarang, kami langsung antar....

Gak perlu repot, dan gak perlu tunggu lama....... cukup dengan kirimkan SMS, sertakan alamat tujuan, dan selanjutnya tinggal duduk santai tunggu kurir kami antar paket kiriman Sambel Ikan Roa Judes, ke tempat kalian. Mau di antar ke rumah, apartemen, kantor,...... bebas-bebas saja..

Bisa bayar langsung ( cash on delivery ) atau transfer,

Tidak ada batas minimal jumlah pemesanan,

Layanan delivery kita buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB

Di luar jam itu pemesanan masih dibuka (24 jam) hanya pengantaran akan dilakukan keesokan harinya...

Jangkauan area pengiriman :
-        DKI Jakarta ( Pusat, Selatan, Timur, Utara, Barat )
-        Bekasi Kota ( Barat, Utara, Selatan, Timur)
-        Kota Depok
-  Tangerang & Tangerang Selatan ( Bintaro, Pamulang, Ciputat, Ciledug )


LAYANAN DELIVERY SAMBAL ROA JUDES :
SMS : 085695138867

Jumat, 18 April 2014

APA ITU SAMBAL ROA JUDES ??






Masakan khas Manado yang satu ini memang belum banyak dikenal masyarakat Indonesia kebanyakan. Tetapi terbukti, nikmatnya jauh melebihi ketenarannya.

Sambal yang dibuat dengan campuran Ikan Roa ini selalu sukses menggoda lidah para penggemar pedas. Bahkan bagi mereka yang tidak pernah memilih ikan sebagai menu makanan mereka pun, selalu berakhir dengan mengakui kehebatan rasa Sambal Roa JuDes. Karena rasanya yang gurih, Sambal Roa JuDes dapat dihidangkan hanya dengan ditemani nasi hangat… hemat tetap makan lezat.

Sambal Roa JuDes juga bisa dijadikan sambal cocolan gorengan, mie instan, campuran nasi goreng, topping roti, isi sushi, dan pelengkap menu makanan lainnya.

Sambal Roa by RoaJudes tersedia dalam kemasan netto 200 gram. Siap saji. Tanpa MSG & bahan pengawet.

___________________________________________________________________

LAYANAN DELIVERY SAMBAL ROA JUDES : 085695138867

TENTANG IKAN ROA




Ikan Roa (dalam bahasa inggrisnya Garfish) lebih dikenal berasal dari daerah Sulawesi Utara atau Manado dan sekitarnya. Karena memang tidak hidup di seluruh wilayah perairan Indonesia. Perairan pantai menjadi habitatnya dan umumnya terdistribusi di wilayah perairan Indo-Pasifik dan wilayah perairan Australia bagian utara.

Bentuk tubuhnya unik dan indah, di bagian mulutnya memiliki bentuk seperti paruh yang panjang dengan permukaan yang halus mengkilap berwarna perak dan hitam. Banyak orang menyangka kalau ikan roa adalah ikan cucut (swordfish) atau ikan terbang (flyingfish). Mungkin karena dilihat dari bentuknya yang hampir sama.

Di daerah asal Manado, ikan ini umumnya dipasarkan sudah diawetkan terlebih dahulu yaitu dengan cara pengasapan. Cara pengawetan ini untuk mengurangi kadar air tanpa menghilangkan nilai gizinya sehingga ikan dapat tahan lebih lama atau daya awetnya lebih panjang. Ikan roa asap (galafea : kata orang Manado) berwarna coklat emas muda, licin dan mengkilat. Bau dan aromanya khas yaitu bau asap yang sedap dan merangsang selera.




_____________________________________________________________
LAYANAN DELIVERY SAMBAL ROA JUDES : 085695138867

PROFIL : RIMA ADIWIJOYO, DI BALIK SUKSES SAMBAL ROA JUDES




Gara-gara diberi oleh temannya yang tinggal di Manado, Rimayanti Wardani Adiwijoyo atau akrab disapa Rima,mengaku kecanduan menyantap sambal yang dibuat dari campuran ikan roa. Pertama kali mengenal sambal ikan roa, Rima masih mengenyam pendidikan di InterStudi, Jakarta, yaitu tahun 1999. Setiap teman satu kosnya datang dari Manado, Rima selalu minta dibawakan oleh-oleh sambal ikan roa.  Karena suka, ia pun akhirnya minta diajarkan cara membuat sambal ikan roa oleh kerabat temannya itu yang tinggal di Manado. Melalui arahan di telepon, ia mencoba-coba belajar membuatnya. Namun, resep sambal ia ubah sedikit agar rasanya sesuai dengan lidahnya.

Kegemaran Rima menyantap sambal ikan roa membuatnya jadi sering memasak sambal khas asal Sulawesi  ini. Lama-lama ia pun semakin piawai. Namun, kala itu Rima tidak berniat menjual sambal buatannya. Lalu, pertengahan tahun 2012, wanita kelahiran Jakarta, 9 Maret 1980 ini dibawakan oleh-oleh ikan roa dari temannya yang datang dari Manado. Mengingat kegemaran Rima menyantap sambal ikan roa, sang teman membawakan ikan dalam jumlah banyak. Rima lantas memasak semua ikan roa  pemberian temannya tersebut. Setelah ia jadikan sambal, ternyata hasilnya jadi sangat banyak. Iseng-iseng, sisa sambal roa yang berlebihan tadi ia masukkan ke dalam toples selai, dan dapat delapan  toples.

Ibu dua anak ini lalu memotret toples-toples berisi  sambal buatannya itu, kemudian memajang fotonya di profil BlackBerry miliknya. Tidak lama memasang, teman-teman kantornya langsung minta dibawakan. Dalam sekejap, sisa sambal bikinannya laku terjual di kantor. Bahkan, teman-teman satu kantor yang tidak kebagian sambal roa buatannya pun lantas minta dibuatkan. Melihat banyaknya permintaan teman kantor, wanita yang pernah bekerja sebagai asisten manajer pemasaran di salah satu perusahaan provider telekomunikasi ini terpikir untuk membuka usaha. Ia langsung menghubungi teman yang kenal dengan pemasok ikan roa dari Manado. Beruntung, ada sebuah koperasi di Manado yang bisa memasok ikan roa asap sebagai bahan utama sambal. Kalau ia membelinya di Jakarta harganya tentu sangat mahal.

Dengan uang Rp 500 ribu, Rima mulai memproduksi sambal ikan roa. Sepulang dari kantor, ia langsung masuk dapur untuk mengolah ikan roa asap. Sang suami, Ciptoning Adiwijoyo, juga ikut turun tangan. Jika Rima banyak berkutat di dapur, suami yang seorang analis bisnis berinisiatif membantu Rima berbelanja bahan baku di pasar, seperti cabai dan bawang. Biasanya Rima mulai beraksi setelah menyusui anaknya. Dengan hanya bermodalkan ulekan tangan, ia berkutat di dapur. Kadang Rima baru selesai memproduksi sambal pukul 3 pagi, namun ia tak pernah mengeluh.

Kemudian, Rima mulai memikirkan cara mengemas sambal roa buatannya agar lebih menarik. Ia membeli botol-botol plastik di pasar di daerah jalan Pramuka di Jakarta. Desain logo juga dibuat oleh Rima sendiri. Logo bergambar ikan roa yang memiliki sembilan sirip ini melambangkan tanggal kelahirannya. Sementara warna merah pada logo menandakan rasa sambal yang pedas. Kemudian tercetuslah nama Sambal Roa JuDes. JuDes artinya Juara Pedas. Ini untuk menggambarkan cita rasa sambal yang pedas dan gurih.

Sebagai langkah awal, Rima menjajakan sambal produksinya di kantor. Ia masih ingat betul betapa banyaknya tantangan yang harus dihadapi saat memulai usaha ini. Setiap pagi, dengan membawa ransel dan tentengan berisi berbotol-botol sambal, ia berangkat menuju kantor. Bukan dengan mobil, tapi naik turun angkot dan busway. Namun dalam hatinya ada keyakninan, suatu saat nanti, apa yang ia alami saat itu, bisa menjadi kebahagiaan di masa yang akan datang. Di hari pertama, delapan botol yang dibawanya habis terjual. Keesokannya ia datang dengan 10 botol. Itu pun langsung ludes. Hari demi hari produksi mulai meningkat. 

Ternyata, selain untuk dikonsumsi sendiri, banyak yang berminat untuk ikut menjual Sambal Roa JuDes. Banyaknya peminat untuk menjadi reseller membuat Rima semakin yakin kalau sambal buatannya memiliki prospek bisnis yang bagus. Dari sini, Rima mempunyai niat  sendiri, bahwa usaha yang ia jalankan bukan hanya mengincar materi saja, tapi ia juga ingin membantu teman-temannya, khususnya perempuan, agar bisa memiliki pendapatan tambahan. Dia ingin menanamkan prinsip saling berbagi. Sedari dulu Rima memang sudah hobi berjualan. Waktu SMP ia berjualan aksesori, waktu kuliah dan bekerja sempat berjualan parfum. Maka ia tahu bagaimana senangnya jika kita bisa mempunyai penghasilan tambahan. Apalagi bagi para ibu rumah tangga.

Karena jadi penjual sambal, Rima dipanggil juragan oleh teman-temannya di kantor. Akhirnya nama sebutan juragan ini dipakai Rima untuk menyebut dirinya sebagai produsen. Sementara istilah bandar, digunakan untuk menyebut nama resellernya. Karena permintaan semakin melonjak, ia pun mulai memikirkan sistem yang lebih baik. Juli 2012 Rima mulai menerapkann metode baru. Ia menggaet lima orang distributor yang terdiri dari teman-teman dekatnya. Para rekanan yang disebut Distributor Bintang Lima ini memegang area penjualan tertentu dan bertugas merekrut atau menerima kerjasama dengan para reseller.

Menurut Rima, “nyawa” dari Sambal Roa JuDes terletak pada sistem penjualan langsung. Dengan sistem pemasaran melalui reseller, ada silaturahmi yang terjalin antara pembeli dengan sang reseller.  Dengan sistem reseller, otomatis barang tidak “parkir” di etalase. Sementara itu, kalau ia menitip di toko, tidak ada komunikasi yang terjalin antara penjual dan pembeli. Barang otomatis tidak berpindah tangan. Untuk distributor dan reseller, Rima menerapkan jumlah minimum pembelian. Tentu saja reseller dan distributor akan mendapatkan harga di bawah harga eceran. Keuntungan yang didapat dari para distributor dan reseller ini bisa mencapai 20 – 30 persen.

___________________________________________________________________

LAYANAN DELIVERY SAMBAL ROA JUDES : 085695138867